Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Mickey Mouse


mickey nd friends 
Mickey Mouse atau Miki si tikus adalah karakter kartun yang menjadi ikon hewan bagi The Walt Disney Company yang diciptakan oleh Ub Iwerks pada tahun 1920-an dengan perjuangan keras. Mickey Mouse telah berkembang menjadi sekadar tokoh animasi atau kartun yang menjadi salah satu ikon yang begitu terkenal di dunia.

Karakter Mickey Mouse dimata dunia menjadi sebuah simbol bagi Amerika terutama dalam penyebaran budaya AS ke berbagai belahan dunia dan menjadi lambang keceriaan. Mickey Mouse menjadi simbol The Walt Disney Company dan Walt Disney seperti diutarakan istri Walt, Lilian. Miki dan Walt berkembang bersama dan menjadi cermin kepribadiaan mereka.

Presiden AS Jimmy Carter pernah mengatakan “Mickey Mouse is the symbol of goodwill, surpassing all languages and cultures. When one sees Mickey Mouse, they see happiness.” (Miki Tikus adalah simbol kebaikan melampaui semua bahasa dan budaya. Saat seseorang melihat Miki, ia melihat keceriaan). dan karakter Mickey mouse yang digambarkan selalu tersenyum lebar menawarkan sisi menarik bagi anak-anak dan hiburan bagi anak-anak.

Itu sekilas tentang film kartun Mickey Mouse. Dengan melihat Mickey Mouse, kita dapat selalu ceria, terutama saya. Saya suka dengan Mickey Mouse karena lucu dan menarik. Bagaimana dengan anda ?


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semua Tentang Diriku


Aku merasa tidak tenang minggu kemarin,  aku ingin segera meninggalkan dunia ini. Entah mengapa setiap aku merasa tidak tenang aku selalu ingin meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Pernah ku ceritakan hal ini kepada mamaku, mamaku memarahiku, dia bilang “jangan bicara yang begitu, bicara itu yang baik, karena perkataan itu adalah doa. Hidup itu harus selalu semangat”. Perkataan mamaku membuat diriku sadar kalau hidup harus penuh semangat tanpa ada kata menyerah dan putus asa. Tapi mengapa setiap aku semangat dalam melakukan suatu pekerjaan pasti pekerjaan itu tidak akan berhasil ku selesaikan dengan baik, pasti ada saja yang menghalangiku. Dan kenapa aku kurang bisa mengontrol diriku sendiri, kenapa aku juga tak tahu sifatku dan perasaan yang aku alami. Aku merasa diriku sangat kacau.
Aku pun tak tahu apa kelebihanku, terlalu banyak kekurangan yang aku meliki sehingga ku tak dapat melihat apa kelebihanku itu. Karena aku sangat ingin tahu apa kelebihanku aku berusaha mencari kelebihanku itu melalui membaca. Dari berbagai buku yang aku baca salah satunya berisi tentang bila melakukan suatu pekerjaan itu harus didasari rasa suka terhadap pekerjaan itu dan dengan begitu kita tidak akan merasa terbebani oleh pekerjaan itu.
Suatu hal yang membuatku tidak yakin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan ialah aku tidak bisa merangkai kata-kata yang indah atau kata-kata yang mudah dipahami. Dan dalam bicara, setiap orang bercerita atau curhat padaku pasti aku selalu senyum atau hanya sekedar menjawab “hem”. Hal itu ku lakukan karena aku tak tahu harus menjawab dengan kata apa, otakku seakan buntu. Aku selalu ingin seperti orang pada umumnya, seperti orang yang apabila mengobrol bisa lama dan terlihat sangat seru, aku merasa iri pada orang itu karena aku tidak bisa seperti mereka. Walaupun begitu aku pun bersyukur, dengan sifatku ini aku tidak akan melakukan banyak dosa seperti hibah atau gosip. Karena sifatku ini, aku tidak mempunyai teman dekat. Sebenarnya aku juga mempunyai teman, tapi mereka kadang meninggalkanku jika mereka memiliki teman yang lebih asyik diajak mengobrol. Mereka pun akan kembali menjadi temanku apabila mereka juga tidak mempunyai teman yang asyik diajak gobrol.  Sebenarnya aku juga mempunyai teman dekat namanya Alfi, Anggita, Yusi, Nur, dan Baroroh. Tapi aku tidak dapat bersama dengan mereka karena kami tidak dapat bertemu setiap saat karena terbentang jarak yang cukup jauh.
Di kesendirianku aku sangat bersyukur, karena dengan begitu aku bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan menikmati kebesaran-Nya. Disisi lain aku juga merasa sangat sedih karena ku tak mempunyai teman dekat kemana-mana sendiri. Karena aku tidak mempunyai teman dekat, aku selalu curhat atau cerita semua kejadian baik sedih maupun susah pada mamaku atau kakak perempuanku.
Mengapa setiap berfoto diriku tak seperti orang kebanyakan, yang selalu bergaya didepan kamera. Kenapa diriku hanya bisa senyum dan kepala sedikit dimiringkan. Dan kenapa pula diriku tak bisa merubah semua ini.
Aku senang bila bermain dengan adikku, selalu ada canda di dalamnya. Kadang juga ada kekesalan dan amarah di dalamnya yang membuat adikku menangis. Saatku jauh dari adikku aku selalu merindukannya, ingin aku di sisinya setiap saat. Aku juga merasa sangat rindu jika aku jauh dari mamaku.
Entah kenapa, setiap aku berada disisi adikku aku tidak dapat mengendalikan sikap dan perilaku diriku. Bila ku marah tanpa ku sadari aku memukulnya, sungguh kejam diriku ini. Setelah memukulnya aku selalu merasa bersalah. Kenapa aku tak biasa mengendalikan diriku. Selalu ku coba untuk merubah sifatku ini, tapi setelah kucoba beberapa hari, ini semua terlalu sulit untuk diubah. “Oh Tuhan bantulah diriku, supaya aku tidak menyakiti hati dan fisik adikku”.
Uh, kenapa diriku ini tak bisa seperti orang pada umumnya, kenapa ku sangat berbeda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Orang yang dikagumi Rasullah

Alkisah, suatu ketika Rasulullah saw bermain tebak-tebakan dengan para sahabat. Bertanya Rasulullah, “Tahukah kalian, mereka-mereka yang keimanannya membuatku kagum?”. “Aku tahu ya Rasulullah”, seru salah seorang sahabat. “Mereka yang engkau maksud itu tentulah para malaikat“. 
“Mengapa engkau berpikir demikian?”, tanya Rasulullah kembali. “Karena para malaikat selalu mematuhi semua perintah Allah. Mereka tidak sekalipun pernah melanggar aturan Allah”, jawab sahabat. 

“Tapi para malaikat memang ditakdirkan untuk selalu mematuhi perintah Allah. Mereka tidak diberi kelengkapan hawa nafsu seperti layaknya kita. Dan tempat mereka dekat dengan Allah. Wajar jika mereka selalu beriman. Keimanan para malaikat tersebut, sama sekali tidak membuatku kagum”, bantah Rasulullah. 

Para sahabat termangu-mangu dengan jawaban Rasulullah tersebut. Mereka terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa kiranya yang dikehendaki oleh Rasulullah. 

Tiba-tiba, salah seorang sahabat berseru, “Aku tahu ya Rasulullah, yang Rasulullah maksudkan tentu para nabi dan rasul utusan Allah. Mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka selalu mematuhi apapun yang Allah perintahkan, apapun resikonya”. 

Rasulullah tersenyum, “Betul mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka mendapatkan petunjuk langsung dari Allah swt. Mereka menerima wahyu dan mendapatkan mukzizat. Wajar jika karena semua itu, mereka beriman kepada Allah”. “Keimanan mereka sama sekali tidak membuat aku kagum”, bantah Rasulullah sekali lagi. 

Kembali para sahabat ternganga dengan bantahan Rasulullah tadi. Mereka saling berpandangan lalu kembali tenggelam memikirkan jawaban pertanyaan Rasulullah. 


“Ah…, sekarang saya tahu ya Rasulullah”, kata salah seorang sahabat dengan muka berseri-seri. “Mereka yang Rasulullah maksudkan itu tentulah kami, para sahabatmu. Kami manusia biasa, kami juga tidak menerima wahyu, dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat apapun. Meskipun demikian, kami berjanji untuk selalu mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”, jelas sahabat tersebut dengan senyum mengembang diwajahnya. 

Kembali Rasulullah tersenyum mendengar jawaban salah seorang sahabat tadi, “Betul kalian memang tidak menerima wahyu dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat, namun kalian kan melihat dengan mata kepala sendiri, mukzizat yang aku terima. Kalian juga mendengar dengan telinga kalian sendiri ketika wahyu Allah aku bacakan. Wajar jika karena itu, kalian beriman kepada Allah. Keimanan kalian, sama sekali tidak membuatku kagum”. 

Kali ini para sahabat betul-betul terhenyak dengan bantahan Rasulullah barusan. Dengan perasaan putus asa karena sudah kehabisan akal, akhirnya mereka menyerah, “Kiranya hanya Allah dan rasul-Nya saja yang tahu jawaban pertanyaan Rasulullah tadi”, kata salah seorang sahabat. 

“Sesungguhnya, mereka yang keimanannya membuatku kagum adalah mereka-mereka yang tidak sekalipun pernah berjumpa denganku. Mereka sama sekali tidak pernah melihat diriku dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka juga tidak sekalipun pernah mendengar suaraku. Dan yang lebih hebat lagi, mereka berabad-abad jaraknya dariku. Tapi kecintaan mereka kepadaku, tak sekalipun perlu aku ragukan”, jawab Rasulullah. 

“Mereka itulah, yang keimanannya sungguh-sungguh membuat aku kagum”, sambung Rasulullah menegaskan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS